Selasa, 22 Desember 2015

contoh LTA


    

               BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Kematian ibu adalah kematian seorang wanita terjadi saat hamil, bersalin, atau 42 hari setelah persalinan dengan penyebab yang berhubungan langsung atau tidak langsung terhadap persalinan. World Health Organization
(WHO) memperkirakan 800 perempuan meninggal setiap harinya akibat komplikasi kehamilan dan proses kelahiran. Sekitar 99% dari seluruh kematian ibu terjadi di negara berkembang. Sekitar 80% kematian maternal merupakan akibat meningkatnya komplikasi selama kehamilan, persalinan dan setelah persalinan (WHO, 2014).
            Menurut laporan WHO tahun 2014 Angka Kematian Ibu (AKI) di dunia yaitu 289.000 jiwa. Amerika Serikat yaitu 9300 jiwa, Afrika Utara 179.000 jiwa, dan Asia Tenggara 16.000 jiwa. Angka kematian ibu di negara-negara Asia Tenggara yaitu Indonesia 214 per 100.000 kelahiran hidup, Filipina 170 per 100.000 kelahiran hidup, Vietnam 160 per 100.000 kelahiran hidup, Thailand 44  per 100.000 kelahiran hidup, Brunei 60 per 100.000 kelahiran hidup, dan Malaysia 39 per 100.000 kelahiran hidup (WHO, 2014).
            Berdasarkan survey Demografi dan kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012, angka kematian ibu di Indonesia masih tinggi sebesar 359 per 100.000 kelahiran hidup angka ini cukup besar jika dibandingkan dengan SDKI tahun 2007, yaitu sebesar 228 per 100.000  kelahiran hidup. Untuk  Target MDGs (Milenium Development Goals) ke-5 adalah menurunnya Angka Kematian Ibu (AKI) menjadi 102 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2015, artinya diperlukan kerja keras dan sungguh-sungguh untuk mencapainya karena Target MDGs masih jauh jika di bandingkan AKI 2012 (Kemenkes, 2014).
Angka Kematian Ibu (AKI) di Kalimantan selatan 120 per 100.000 kelahiran hidup (Dinkes, 2014).
Perkembangan AKI di kabupaten Hulu sungai Selatan dimana pada tahun 2011 AKI sebesar 197/100.000 dan pada tahun 2012 menjadi  92/100.000 (BKKBN, 2012)
Penyebab tertinggi AKI adalah penyebab kematian ibu tidak langsung yaitu 40,8% dan Perdarahan adalah penyebab terbesar kedua AKI yaitu 30,3% pada tahun 2013 (Kemenkes, 2014). Perdarahan itu sendiri di sebabkan oleh robekan jalan lahir, Retensio Plasenta, inversio Uterus (Sarwono, 2010).
            Dari hasil studi kasus di temukan 18 orang temuan yang mengalami retensio plasenta pada bulan januari 2015 sampai mei 2015 (RSUD H.Damanhuri Barabai, 2015). Dari data yang telah tercantum diatas retensio plasenta merupakan penyebab tertinggi kedua AKI sehingga penulis sangat tertarik untuk melakukan studi kasus terhadap retensio plasenta  yang merupakan penyebab komplikasi dari perdarahan dengan kasus Ny “S”  G2

P1 A0 kala III dengan Retensio Plasenta”
RUMUSAN MASALAH
     Berdasarkan latar belakang masalah, maka dapat dirumuskan bagaimana pelaksanaan Asuhan Kebidanan pada Ibu dengan Retensio Plasenta di Rsud H.Damanhuri Barabai Tahun 2015.
B.     TUJUAN
1.      Tujuan Umum
Peneliti mampu memberikan asuhan kebidanan pada Ny “S” G2P1A0 umur 33 tahun usia kehamilan 38 minggu dengan Retensio Plasenta dengan menggunakan manajemen asuhan kebidanan.
2.      Tujuan khusus
a.       Mahasiswa mampu :
1)      Melakukan pengkajian dengan mengumpulkan semua data yang di perlukan agar asuhan kebidanan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan klien Ny “S”.
2)      Melakukan interpretasi data dasar yang diperoleh dari pengkajian data Ny “S”.
3)      Melakukan identifikasi diagnosa atau potensial m.asalah Ny “S”.
4)      Melakukan Diagnosa atau masalah potensial adalah adanya kesenjangan yang diperoleh dari pengkajian masalah yang muncul

akan diidentifikasi masalah mana yang menjadi prioritas m.asalah Ny “S”.
5)      Mengidentifikasi kebutuhan yang memerlukan penanganan segera Ny “S”.
6)      Merencanakan asuhan yang menyeluruh pada Ny “S”.
7)      Melaksanakan perencanaan secara efisien pada Ny “S”.
8)      Evaluasi tindakan yang diberikan pada Ny “S”.
9)      Mahasiswa mampu menganalisa kesenjangan antara teori yang sudah diperoleh kasus nyata dilapangan termasuk faktor pendukung dan penghambat kasus yang ditangani pada Ny “S”.
10)  Mahasiswa mampu memberikan alternative pemecahan masalah Retensio Plasenta pada Ny “S”.
C.    MANFAAT
1.      Bagi pasien
Dengan dilakukan asuhan Kebidanan pada Ny “S” dengan Retensio Plasenta diharapkan pasien mendapatkan asuahan kebidanan yang sesuai dengan prosedur tindakan yang benar.
2.      Bagi penulis
Sebagai sarana belajar bagi penulis untuk mengaplikasikan teori yang diperoleh dalam rangka untuk memenuhi laporan tugas akhir (LTA), serta menambah wawasan asuhan kebidanan, serta dapat mempelajari kesenjangan yang terdapat di lahan praktek dan teori yang ada.
3.      Bagi Rsud H.Damanhuri Barabai
Diharapkan dapat digunakan sebagai bahan timbangan dan koreksi dalam melaksanakan asuhan kebidanan pada Ny “S” dengan Retensio Plasenta.
4.      Bagi Instansi Pendidikan
Dapat dijadikan bahan referinsi dalam perpustakaan memberikan pendidikan pada mata kuliah asuhan kebidaan patologi.
D.    Ruang Lingkup
1.      Sasaran
Sasaran dalam studi kasus ini adalah Ny “S” umur 33 tahun P2 A0 dengan Retensio Plasenta
2.      Tempat
Lokasi pengabilan studi kasus ini bertempat di Barabai, Rsud H.Damanhuri.
3.      Waktu
Waktu  pengambilan kasus tersebut yaitu dari mulai pasien dating tanggal 06 Juni 2015 sampai pasien pulang tanggal 07 Juni 2015 di Rsud H.Damanhuri.
E.     Metode Memperoleh Data
Metode yang di gunakan dalam memperoleh data dengan cara mengobservasi pasien, wawancara, mencatat hasil rekam medik dan studi pustaka.
F.     Sistematika Penulisan
      Sistematika yang di gunakan pada study kasus ini seperti :
1.      BAB I ( PENDAHULAUAN )
Pada bab ini membahas tentang : 
a.       Latar Belakang yang menjelaskan tentang retensio plasenta.
b.         Rumusan Masalah menjelaskan tentang permasalahan yang muncul pada latar belakang sehingga masalah ini bisa di anggap menarik.
c.          Tujuan merupakan penjabaran hal-hal tentang pengambilan study kasus.
d.         Manfaat bagi penulis, bagi instansi pendidikan, dan bagi ibu dan keluarga.
e.          Ruang lingkup yang berisikan sasaran, tempat, dan waktu pengambilan study kasus.
f.          Metode memperoleh data yang menjelaskan tentang bagaimana cara melakukan pengumpulan data dalam study kasus.
g.         Sistematika penulisan yang berisiikan urutan-urutan dalam penulisan study kasus dari bab I-V daftar pustaka serta lampiran yang termuat.
h.         Keaslian penelitian yang berisi tentang uraian penelitian yang terdahulu

2.      BAB II (  TINJAUAN PUSTAKA )
a.       Tinjauan Teori Medis yang berisikan tentang definisi, etiologi, predisposisi, patofisiologi, tanda dan gejala, pemeriksaan penunjang serta penatalaksanaann medis.
b.         Tinjauan Teori Asuhan kebidanan yang berisi pengumpulan data dasar, interpretasi dasar, mengidentifikasi diagnosa, menetapkan tindakan segera, menyusun asuhan yang menyeluruh, pelaksanaan asuhan kebidanan, dan mengevaluasi.
c.          Landasan hukum kewenangan bidan yang berisi tentang peraturan, kompetensi bidan dan standar pelayanan kebidanan yang di beerikan.
3.      BAB III ( METODOLOGI )
a.       Jenis study Kasus yang berisi tentang :
1)        Lokasi study kasus merupakan tempat pengambilan study kasus
2)        Subyek sutdy kasus merupakan orang yang bersangkutan dengan  pengambilan study kasus tersebut.
3)      Waktu study kasus yaitu pelaksanaan dan pengambilan study kasus
4)      Instrumen study kasus berupa alat yang di dapatkan


b.      Teknik Pengumpulan Data
1)      Data Primer yang berisi tentang data yang di ambil langsung dari obyek yang berupa pemeriksaan fisik ( inspeksi, palpasi, perkusi, dan auskultasi ), wawancara ( mendapat keterangan langsung dari obyek )  dan pengamatan ( Observasi ).
2)      Data Sekunder yang berisi study dokumentasi, dan study keputusan.
3)      Alat- alat yang di gunakan dalam pengumpulan data yaitu:
a)      Alat cuci tangan
b)      Set infuse
c)      Partus set
d)     Plester, gunting, kassa, betadine, kapas, alcohol, bengkok, tempat sampah.
e)      Clorin 0,5% dan tempatnya.
f)       Sarung tangan panjang dan pendek steril/DTT
g)      Perlengkapan APD
h)      Duk steril/DTT dalam tempatnya.
i)        Tempat persalinan
j)        Set O2
k)      Kateter uretra
l)        Kapas cebok dan air DTT dalam tempatnya.
m)    Obat uteronika (oksitosin, ergometrin, prostaglandin), spuit 2 buah 5 cc atau 3 cc.
4.      BAB IV ( TINJAUAN KASUS DAN PEMBAHASAN )
a.         Studi Kasus Asuhan Kebidanan pada Ny” S
1)             Langkah 1 : Identifikasi Data Dasar
a.       Pengkajian/ pengumpulan data
b.      Anamese ( Data Subjektif )
c.       Pemeriksaan fisik ( Data Objektif )
d.      Pembahasan
2)             Langkah II: Identifikasi Diagnosa/Masalah Aktual
      Yang merupakan analisis dan perumusan masalah yang di putuskan berdasarkan identifikasi yang didapat dari analisis data dasar
3)             Langkah III: Identifikasi Diagnosa/Masalah Potensial
      Yang berisikan rangaian masalah dan diagnosa yang terbaru.
4)             Langkah IV: Melaksanakan Tindakan Segera Dan Kolaborasi Pada langkah ini seorang bidan harus berkolaborasi dengan dokter apabila terjadi kegawat daruratan janin pada penderita.


5)                Langkah V: Perencanaan Asuhan Kebidanan
      Pada asuhan kebidanan perencanaan yang akan di berikan pada Ny” S
6)                Langkah VI: Pelaksanaan Asuhan Kebidanan 
      Pada langah VI memantau keadaan ibu dan tanda-tanda vital pada Ny” S” .
7)                Langkah VII: Evaluasi Asuhan Kebidanan
  Pada langkah ini hasil evaluasi setelah di lakukan asuhan kebidanan dari tanggal 06 juni s.d 07 juni 2015.
5.      BAB V ( KESIMPULAN DAN SARAN )
a)      Kesimpulan
b)      Saran
6.      DAFTAR PUSTAKA
7.      LAMPIRAN
G.    Keaslian Penulisan
1.      Rika Nurmayanti (2012), dengan judul “Asuhan Kebidanan  Ibu Bersalin Kala III pada Ny E umur 26 Tahun G1 P0 A0 Dengan Retensio Plasenta di RSU Assalam  Gemolong Sragen”. Asuhan kebidanan yang diberikan adalah pemberian oksitosin 20 unit dalam 500 cc dengan 40 tetes permenit, pemberian antibiotic (rexone 1 gr dan Diazole 500 mg) dan Manual Plasenta.
Dalam beberapa keaslian tersebut terdapat beberapa  perbedaan dalam studi kasus ini adalah pemberian tetesan infuse serta nama antibiotic yang berbeda, yang dimana persamaan terletak pada judul studi kasus serta tindakan Manual Plasenta dan perbedaan terletak pada waktu, tempat dan penatalaksanaan studi kasus.`
2.      Aldila Hawa Citra Tiraka (2014), dengan judul “Asuhan Kebidanan Ibue Bersalin Umur 37 Tahun dengan Retensio Plasenta Di Bps Sri Rejeki dhPlupuh Sragen” Asuhan kebidanan yang di berikan adalah pemberian oksitosin 20 UI di IM 1/3 paha kana Ibu, pemberian antibiotic amoxilin 500 mg 1 tablet, paracetamol 500 mg t tablet dan vitamin A t tablet”
Dalam beberapa keaslian tersebut terdapat beberapa perbedaan yaitu dalam pemberian penyuntikkan oksitosin, pemberian terapi obat oral serta tempat, waktu, dan pengambilan studi kasus, persamaan terletak pada judul studi kasus dan tindakan Manual Plasenta yang di lakukan.
3.      Wika Pira Permani (2013),  dengan judul Asuhan Kebidanan Ibu bersalin pada Ny “ N “ dengan Retensio Plasenta di Rumah Pandan Arang Boyolali asuhan yang di berikan adalah pasang infuse cairan RL drips oksitosin 10 Ui unit 8 tetes / menit setiap 15 menit di taikan 4 tetes sampai maksimal 20 TPM. Antibiotic, Amoxilin 500 gram 3 x 1 asam mefenamat 500 gr 3 x 1 dan Ferolat 1 x 1.
Dalam dalam beberapa keaslian tersebut terdapat beberapa kesamaan yaitu Judul penelitian, perbedaannya adalah tetesan yang oksitosin dan pemberian antibiotic serta tempat waktu dan pengambilan studi kasus .

1 komentar: